|
UMPC jelas berbeda dengan laptop. Menurut situs laptopmag.com, desainer UMPC dinilai cukup kreatif hingga membuat UMPC tidak terlihat seperti laptop. Meski laptop yang dijual kini mulai mengurangi bobot dan ukurannya lebih tipis, hanya saja kadang berdesain formal dan memiliki fitur yang terlalu “berat” bagi orang yang baru mengenal laptop.
Seperti halnya ponsel lipat (camshell), laptop konvensional hanya mengadopsi desain seperti ni. Layar di sisi pembuka, dan keyboard di bagian bawahnya. Dengan UMPC, pengguna bisa merasakan sensasi baru saat menjalankan aplikasi kantor. Beberapa vendor, meletakkan keyboard-nya tersembunyi melalui desain sliding, misalnya pada HTC Shift, OQO, dan Amtek. Pengguna juga bisa merasakan akses layar sentuh dan Origami, sebuah aplikasi yang memberikan akses cepat ke menu Internet, Media, dan Program.
Setelah UMPC, muncul istilah lain lagi di dunia komputer, Vendor HTC Touch yang pada Tahun 2007 lalu mengakuisisi Dopod, memperkenalkan komputer mini-nya yang juga dilengkapi dengan fitur telefoni. Istilah yang diberikan untuk perangkat terbarunya berjuluk HTC Shift, adalah subnotebook atau mobile computer. Perangkat ini tampil sedikit mirip dengan sen Communicator Nokia bermodel geser. Ia ditanami sistem operasi Windows Vista.
Rupanya produksi komputer mini tidak berhenti sampai di situ,berita terbaru datang dan Lenovo. Pada perhelatan akbar CES (Consumer Electronics Shows) 2008 pada awal Januari lalu di Las Vegas, vendor asal Cina tersebut memperkenalkan prototipe perangkat Ultra Small PC-nya yang dilengkapi dengan platform baru milik Intel yang berkode nama Menlow.
Rencananya, perangkat yang berbasis Linux terse- but bakal dirilis tahun mi di Cina. Di negara lain, Lenovo baru akan merilisnya ke pasaran pada tahun 2009 mendatang. Selain menjagokan fasilitas dan dukungan terhadap akses internet, PC ultra mungil mi juga mengusung fitur Bluetooth dan WLAN. Dukungan komunikasi jugs disediakan lewat dukungan EDGE atau TDS-CDMA. Kabarnya perangkat dengan display layar LCD 4.8 inchi dan bobot 300 gram ini.
Lain lagi dengan pabrikan ponsel, mereka menyebut UMPO dengan sebutan MID. Keduanya menjawab kebutuhan konsumen
yang selama ni setia pada merek masing-masing. Banyak pabrikan -
komputer yang sejak tahun 2000 mempopulerkan pemakaian personal digital assistant (PDA). Toh, meski dianggap praktis dan oke,
masih ada juga keluhan pada gadget ni. Misalnya, keterbatasan bandwidth dan suka lamban jika membuka file attachment. Maklumlah, sebenarnya fungsi PDA lebih pada organizer personal, meski juga memiliki fitur layaknya komputer.
Pengguna Nokia yang sering menakses internet dan ponsel, mengeluhkan koneksi yang lambat, respon menu yang lama dan ukuran layar yang kecil. Karena itulah vendor ini segera merilis seri MID terbaru seperti Nokia N800, N810 dan N700 yang nyaman digunakan saat surfing di dunia maya. Lalu mengikuti HTC dengan sari HTC Shift, Advantage X7500 dan X7510. Beberapa saat lagi menyusul Sony Ericsson Xperia Xl.
Setidaknya ada tiga syarat utama yang membedakan pasar UMO dengan PDA atau smartphone. Yakni harus memiliki sistem operasi penuh seperti Linux dan Windows. Di samping itu harus bisa menjalankan aplikasi yang dibuat dan dikompilasi untuk PC. Selanjutnya harus bisa membuka halaman web secara utuh, sama seperti pengguna PC. Meski tidak dibundel dengan koneksi ke jaringan selular, koneksi internet super cepat juga perlu untuk peranti ini tidak hanya koneksi lewat Wi-Fi,
tapi juga terhubung lewat WiMAX. |